58 Napi Provokator Ricuh Rutan Pekanbaru Berhasil Dipindahkan


Dibaca: 275 kali  Editor: -. Wartawan: -
Senin,17 Juli 2017 - 16:39:16 WIB
58 Napi Provokator Ricuh Rutan Pekanbaru Berhasil Dipindahkan

PEKABARU-Sebanyak 58 narapidana di Rutan Klas IIB Pekanbaru dipindahkan untuk disebar ke sejumlah Lapas yang ada di kabupaten. Sebagian besar merupakan tahanan kasus narkotika dan diduga menjadi provokator kericuhan pada 5 Mei 2017 lalu, sehingga ditakutkan menjadi pemicu lagi.

Pemindahan pada malam hari dilakukan untuk menghindari kericuhan‎ dengan alasan tahanan ini kelelahan. Hanya saja prediksi ini meleset, lemparan batu hingga petugas menembakkan gas air mata tak bisa dihindari.

"Biasanya dilakukan malam hari karena mental para napi menurun. Tapi di sini (Pekanbaru) berbeda, mereka merasa terusik dan melakukan perlawanan serta mengira ada razia," kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Dewa Putut Gede, Senin (17/7/2017).

‎Putut menjelaskan, rencana pemindahan 58 napi dilakukan sejak bulan lalu. Pemindahan dilakukan secara bertahap sejak beberapa pekan lalu dan dikawal ketat puluhan personil TNI beserta Polri, dibantu Sipir Rutan.

Selain mengurai kepadatan di Rutan, narapidana yang dipindahkan terlebih dahulu dipilih. Yang utama adalah tahanan yang selalu menjadi provokator keributan di Rutan dan menjadi pemicu kerusuhan pada Mei lalu.

"Sudah direncanakan sejak Ramadan lalu, dan dilakukan pada Sabtu malam kemarin. Ada beberapa hambatan, tapi akhirnya bisa diselesaikan," kata Putut.

Menurut Putut, kericuhan terjadi ketika pihaknya memindahkan 17 napi sisa dari 58 tahanan. Para tahanan ini berusaha melawan serta memprovokasi yang lain melakukan kericuhan. Hal ini bisa diatasi dengan cepat sehingga mereka semuanya bisa dipindahkan.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo menyebut para napi dimaksud dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Bangkinang (Kampar), Pasir Pengaraian (Rokan Hulu) dan Tembilahan (Indragiri Hilir).

‎Dia menyebut pemindahan dilakukan sejak Jumat 14 Juli 2017. Kemudian pada Sabtu sekitar pukul22.00 WIB, dilakukan razia narkotika dan senjata tajam. Saat ini terjadi kericuhan karena napi yang direncanakan pindah tidak terima.

"Razia dilakukan petugas gabungan TNI, Polri dan Rutan," ujar mantan Kapolres Pelalawan ini.

Guntur menerangkan, saat ini ada 1231 napi di Rutan. Jumlah itu tersebar di Blok A sebanyak 28 kamar dengan jumlah napi 315 orang, Blok B sebanyak 32 kamar dengan jumlah napi 467 orang, Blok C sebanyak 27 kamar dengan jumlah napi 415 orang, sebanyak 34 orang napi berada di luar yakni dapur dan klinik.

Reporter : Syukur
Redaktur : Rio

Editor : -
Wartawan : -

Akses Faktariau.com Via Mobile http://faktariau.com/mobile
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Jalan Arifin Ahmad nomor 113 E, Marpoyan Damai, Pekanbaru
Email: redaksifaktariau@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTARIAU.COM