Kematian Perawat Cantik RS Efarina Pelalawan Masih Misteri, Polisi Hentikan Penyelidikan


Dibaca: 337 kali  Editor: -. Wartawan: -
Rabu,12 Juli 2017 - 18:45 WIB
Kematian Perawat Cantik RS Efarina Pelalawan Masih Misteri, Polisi Hentikan Penyelidikan

PEKANBARU - Kematian Elen Dewan Fitri Sirait setelah bertugas di Rumah Sakit Efarina tidak dilanjutkan penyelidikannya oleh Polres Pelalawan, Riau. Pihak kepolisian punya alasan kenapa tidak meneruskan pengusutan tak beranyawanya perawat cantik berusia 24 tahun itu.

Menurut Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kaswandi Irwan, otopsi menjadi kendala dalam pengusutan kasus ini. Pasalnya, keluarga korban asal Pematang Siantar, Sumatera Utara itu, menolak melakukan otopsi.

"Keluarga menolak dan menerima secara ikhlas meninggalnya korban, hal ini disertai dengan surat pernyataan penolakan otopsi dari keluarga," kata mantan Kasubdit I Reskrimsus Polda Riau itu, Rabu (12/7/2017).

Kaswandi menyatakan, otopsi dalam kematian Elen sangat penting untuk mengetahui penyebab keatian. Otopsi disebut sebagai cara untuk mengetahui pasti kenapa korban bisa meninggal dunia.

Namun dari hasil penyelidikan sementara, tambah Kaswandi, mulai dari pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti dan olah tempat kejadian perkara, penyidik tidak menemukan bukti yang mengarah korban telah dibunuh.

"Hal ini juga dilengkapi dengan visum, di mana korban dinyatakan meninggal karena kelelahan sewaktu menjalankan dinas. Dan penyelidikan sementara, diduga kematian tersebut karena kelalaian korban sendiri," tegas Kaswandi.

Kelalain di sini, ungkap Kaswandi, karena korban kemudian memang infus sebagai obat penambah stamina. Korban juga memakai cairan penambah darah atau Neorobion warna merah yang dipasangnya sendiri.

Hanya saja, cairan yang ditambahkannya itu tidak mengatasi kelelahannya. Korban kemudian ditemukan tak bernyawa lagi oleh teman satu kamarnya di mess rumah sakit tersebut.

‎Sebelumnya, korban pertama kali dilihat rekan sesama perawat pulang dari tempat bekerja pada 3 Juli 2017 sekitar pukul 03.00 WIB. Di tangan korban masih tertempel jarum infus dan masuk ke kamarnya.

‎Di dalam kamar, korban memasang infus yang sudah dibawanya dan ditambah dengan cairan penambah darah. Setelah itu, korban terlihat tertidur dan ditinggal oleh teman sekamarnya untuk bekerja di rumah sakit.

Ketika temannya tadi pulang berdinas, tepatnya sekitar pukul 09.30 WIB, korban dilihatnya sudah pucat di bagian wajah dan bagian tubuh lainnya. Khawatir dengn kondisi korban, temannya tadi memeriksa untuk me‎mastikan kesehatannya.‎

Reporter : Syukur
Redaktur : Rio

Editor : -
Wartawan : -

Akses Faktariau.com Via Mobile http://faktariau.com/mobile
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Jalan Arifin Ahmad nomor 113 E, Marpoyan Damai, Pekanbaru
Email: redaksifaktariau@gmail.com
DOWNLOAD APP FAKTARIAU.COM