Tim Media MERPIM Akan Perjuangkan Siti Mardiah Adik Selamet Putus Sekolah Akibat Orang Tua Tak Mampu

Women face

ROKAN HILIR -- Siti Mardiah gadis belia adalah adik dari Selamet penderita sakit kaki akibat PEN besi dikakinya belum di angkat. Kedua anak ini adalah anak Sriana seoarang janda ini merupakan warga RT.28 Kepenghuluan Bangko Lestati Kec.Bangko Pusako Kab.Rohil.

 

Akibat kondisi ibundanya tak mampu menyekolahkan, Siti Mardiah harus menelan kenyataan pahit, pasalnya ia tidak lagi dapat melanjutkan pendidikan seperti teman teman seusianya, yang semestinya ia sudah duduk di bangku SLTA.

 

Gadis belia ini sudah tak lagi mempunyai ayah, dan ibudanya lah yang menjadi tulang punggung dari keluarga mereka. Yang membuatnya Siti tak dapat menuntut ibundanya untuk melanjutkan sekolah ketingkat SLTA adalah, dikarenakan sang abang harus menjalani operasi pengangkatan PEN dikaki yang tertanam dikaki Selamet mencapai 5 Tahun lamanya, yang hingga kini belum di operasi akibat tak memiliki biaya.

 

Dibalik kesedihan Siti, ia tetap tersenyum ketika TIM Media MERPIM beserta Penghulu Bangko Lestari dan salah satu Perwakilan Perusahaan berkunjung kerumahnya pada Jum'at (26/10/2018) guna menjenguk abangnya Selamet dan memberikan bantuan kepada abangnya guna membantu biaya operasi pencabutan PEN besi dikaki abangnya.

 

Terkait hali ini, Taufik Saragih yang didampingi Asmar Tarigan yang merupakan Wartawan yang berdomili di Balam Kab.Rohil yang tergabung di MEDIA RELAWAN PEDULI MASYARAKAT (MERPIM) menyampaikan, bahwa selain pihaknya siap membantu menggalang dana untuk biaya operasi abangnya Siti, Tim MERPIM juga akan memperjuangkan adiknya Selamet agar dapat melanjutkan sekolahnya ketingkat SLTA.

 

"Tim Media MERPIM akan memperjuangkan kedua anak ibu Sriana ini, yang mana kami akan melakukan menggalang dana untuk biaya operasi Selamet dan juga mengupayakan Siti Mardiah agar dapat melanjutkan sekolahnya ketingkat SLTA," ucap Taufik Saragih.

 

"Untuk itu, kami berharap dengan adanya niat baik kami ini, agar para dermawan di muka bumi ini dapat terketuk pintu hatinya untuk menyisihkan sebagian rezekinya, guna untuk biaya operasi Selamet dan biaya sekolah adiknya di tingkat SLTA." tandas Taufik Saragih yang didampingi Asmar Tarigan dan Muhammad Budianto.

 

 

 

 

(TIM)