Tanpa Melalui Rapat, Orang Tua Siswa/i Keluhkan Biaya Seragam Sekolah DiSMPN 6 Mandau

Women face

MANDAU-, Sejumlah orang tua siswa siswi mengeluhkan besarnya biaya seragam sekolah diSMP N 6 Mandau, yang berada dijalan Gajah Mada km 6 tepatnya dikelurahan Talang Mandi kecamatan Mandau kabupaten Bengkalis Riau. Pasalnya, tanpa melalui rapat dengan sejumlah orang tua/wali murid, pihak sekolah langsung menentukan biaya sebesar Rp. 1, 4 juta rupiah untuk 5 jenis seragam untuk siswa baru disekolah itu.

Bahkan kebijakan terkait biaya seragam disekolah tersebut juga tidak diketahui oleh komite disekolah itu.
 
Seperti penuturan salah satu orang tua kepada wartawan yang namanya enggan dipublikasikan dengan alasan anaknya nantinya takut terintimidasi. Pria tersebut mengeluhkan sulitnya perekonimian saat ini membuat dirinya mengeluh terkait biaya seragam anaknya disekolah tersebut.
 
"Selain besarnya biaya seragam yang harus dibayar, pihak sekolah juga menyarankan agar pembayaran seragam tersebut harus cash 100%, tidak boleh dicicil, sementara anak anak saya yang lain juga harus dibiayain," keluhnya.
 
Nada serupa juga diutarakan oleh orang tua lainnya yang juga namanya enggan disebut. Pria tersebut menuturkan saat mendaftarkan anaknya disekolah itu, salah satu panitia menyarankan agar seragam sekolah dijahitkan disalah satu penjahit yang berada dikota Duri.
 
"Pihak sekolah memang menarwarkan agar menjahitkan seragam disalah satu tukang jahit dengan alasan agar sama dan tidak beda beda. Namun pembayarannya melalui sekolah," ujarnya.
 
Sementara wakil kepala sekolah SMPN 6 Mandau Arlijah, dikomfirmasi terkait seragam sekolah yang dikeluhkan para orang tua siswa siswi disekolah itu mengatakan, kalau hal keseragaman sudah menjadi kesepakatan sekolah (SMP) yang ada didaerah Mandau.
 
Saat disinggung terkait sejumlah biaya yang seragam yang harus dibayar lunas oleh para orang tua/ wali murid, wakil kepala sekolah tersebut berdalih dan mengatakan pembayaran semuanya kepada tukang jahit. 
 
"Kalau pembayaran seragam, semuaya urusannya kepada tukang jahit," ujarnya tanpa mau memberitahu alamat tukang jahit yang dimaksud sembari menghubungi kepala sekolah melalui sambungan selularnya.
 
Kepsek SMPN 6 dikomfirmasi melalui sambungan selularnya membantah dan berdalih kalau pihaknya tidak ada menentukan harga seragam yang dimaksud. 
Bahkan kepsek juga menentang kalau sejumlah orang tua yang mengeluh tersebut agar segera dihadirkan.
 
"Pak, pihak sekolah tidak ada kaitannya dengan seragam dan pihak sekolah juga tidak ada menentukan berapa berapanya harga seragam itu. Pak, tolong dihadirkan para orang tua yang komplin, itu yang penting, agar saya klarifikasi," ujarnya
 
Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat yakni Adilman B, merasa gerah mendengar informasi tentang biaya seragam disekolah itu tanpa adanya rapat dengan orang tua siswa siswi terlebih dahulu. Bahkan Adilman B menuding kalau pihak SMPN 6 Mandau telah menggangkangi Permendikbud NO 75 tahun 2016 no 12 ayat 1 tentang penjualan seragam.
 
"Pasal 12 ayat 1 menjelaskan, praktik jual beli yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan pihak penerbit atau pihak ketiga lainya merupakan pungutan liar. Yang jelas penjahit adalah pihak ketiga, apa lagi tidak ada rapat dengan orang tua/ wali siswa, bisa dikategorikan pungli itu," ujanya.
 
 
Parlin S Nababan.