Suci Lestari Putri Angkat Bicara Terkait Novanto Ketua DPR RI

Women faceSuci Lestari Putri Ketua GRASI Riau

PEKANBARU-Suci Lestari Putri Ketua Gerakan Riau Anti Korupsi Peradilan (GRASI) Provinsi Riau didampingi Presidium Grasi Kalna Surya Siregar, Jumat (17/11/17) angkat bicara atas menghilangnya Drs. Setya Novanto Ketua DPR RI yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar saat dijemput paksa KPK dirumahnya.

Menurutnya, Ini merupakan tindakan yang memalukan dan potensial merusak kredibilitas DPR RI selalu lembaga tinggi Negara. Jika benar Novanto tidak terlibat dalam proyek E-KTP, seharusnya beliau datang dan menyampaikan klarifikasinya kepada Penyidik KPK.

"Kan tindakan KPK ino Pro Justitia bukan Pro Politia. Jika Novanto tidak hadir di KPK tentu secara hukum akan sulit untuk menyimpulkan dan menentukan apakah Novanto terlibat atau tidak dalam mega skandal proyek E-KTP ini," kata Putri.

Sebelumnya diketahui Rabu malam sekira pukul 21.30 WIB Peyidik KPK dengan pengawalan anggota Polri mendatangi rumah Novanto di Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, akan tetapi Penyidik KPK gagal membawa Novanto.

"Atas pengawalan Polri kepada Penyidik KPK, kami dari GRASI Riau mengapresiasi sinergi antara KPK dan Polri dalam upaya jemput paksa Ketua DPR RI ini, setidaknya ini membuktikan bahwa penyidikan KPK memang benar adanya," ungkapnya.

Kabar terbaru malam ini Setya Novanto mengalami kecelakaan saat akan menyerahkan diri ke KPK, ini perlu dikroschek kebenarannya, kalau pun benar Setya Novanto mengalami kecelakaan, sebaiknya dokter KPK memastikan tentang ketua DPR tersebut.

Karena sebelumnya Setya Novanto yang mengaku sakit dan dirawat di rumah sakit, namun saat permohonan praperadilannya dimenangkan oleh Hakim Cepi Iskandar, Setya Novanto sembuh.

Ia juga menghimbau kepada KPK agar benar-benar melakukan proses hukum terhadap Ketua DPR tersebut. Dan jangan sampai kecolongan dalam penetapan tersangka jilid dua ini, jika benar Novanto kecelakaan, bila perlu dokter KPK yang merawatnya sampai sembuh dan selanjutnya diproses.

"Kasihan rakyat Indonesia seperti menonton drama terbuka dilayar televisi maupun dimedia massa dan media elektronik," tegaskan Suci Lestari Putri

REDAKSI : TAUFIK
REDAKTUR : TAUFIK SARAGIH