SIM Syarat Menuju Keselamatan

No comment 510 views
Women faceKasat Lantas Polres Rokan Hilir AKP Agustinus Chandra Pietama SH SIK

ROKAN HILIR-SIM merupakan previledge, yaitu hak istimewa yang diberikan kepada seseorang yang telah lulus uji, yang telah memenuhi administrasi, kesehatan, teori, simulasi dan praktek.

Kasat Lantas Polres Rokan Hilir AKP Agustinus Chandra Pietama SH SIK, Selasa (27/3/18) dalam Rilisnya menjelaskan yang berhak memiliki SIM ialah yang bersangkutan dianggap telah memiliki pengetahuan, keterampilan, kepekaan, kepedulian akan Keselamatan bagi dirinya, maupun orang lain.

Implementasi dari konsep SIM ini terdiri dari tiga poin, yang pertama pendidikan keselamatan (sekolah mengemudi), point kedua sistem uji SIM, dan poin ketiga yaitu sistem penerbitan SIM.

"Ketiga point ini merupakan rangkaian yang saling terkait antara satu dengan lainnya, sebagai dasar catatan kompetensi para pemegang SIM. Ini juga akan dikaitkan dalam tanggung jawab mereka selaku pemegang atau pemilik SIM dalam berlalu lintas," ungkapnya.

Lanjut Kasat, namun hal yang sering terdengar adalah buat SIM susah, buat SIM mahal, apalagi saat mulai banyak penertiban surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor, ini menjadi salah satu pertanda bahwa konsep SIM seringkali tidak dipahami, sebagai legitimasi kompetensi berkendara dijalan raya.

Murah dan mahal adalah nomenklatur pada bisnis, tatkala SIM dilabel murah atau mahal, maka image yang terbangun adalah harganya, sedangkan untuk safetynya seolah diabaikan, atau dinomor sekiankan.

Semestinya SIM yang diutamakan adalah keselamatan atau safetynya dan tatkala SIM mendapat label seperti bisnis mahal atau murah, maka proses perolehan SIM bisa saja menjadi seremonial atau asal ikut saja.

Fungsi SIM sebagai bagian dari registrasi dan identifikasi pengemudi adalah sebagai jaminan legitimasi kompetensi, fungsi kontrol (penegakkan) hukum yang dikaitkan dengan TAR maupun de merit point system, forensik kepolisian (mendukung proses penyidikan atau penegakkan hukum yang berkaitan dengan pengemudi), serta pelayanan prima kepolisian, yang mencakup pelayanan, keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi maupun kemanusiaan.

Tak jarang kita mengabaikan masalah Safety dengan berbagai dalih seperti kendaraan sama, udah terbiasa, SIM mahal, buat SIM susah, dan tidak dikota.

Namun tatkala Safety dipertanyakan,  apa yg bisa mereka perbuat ?, mampukah mereka membangkitkan orang mati ?, mampukah menyembuhkan patah tulang atau kecacatan lainya akibat kecelakaan dengan cepat dan sempurna ?.

Dapat dipastikan tidak ada yang mampu, semua lupa, bahwa manusia adalah aset utama bangsa, korban kecelakaan begitu besar dan menjadi faktor pemiskinan, betapa besar korban sia-sia dijalan raya dari waktu sampai dengan nyawa manusia. Belum lagi social cost yang mahal yaitu citra budaya bangsa. Tatkala ingin melihat suatu bangsa lihat saja lalu lintasnya, Bill clinton mengatakan demikian.

"Sekali lagi, SIM janganlah menjadi alat pencitraan atau kepentingan apalagi untuk politik. Ini bermakna menyiapkan pembunuh dan orang-orang yang siap dibunuh dijalan raya. Inilah pentingnya SIM melalui proses baik edukasi, uji sim, penerbitanya, TAR dan de merit point system/sistem perpanjangan SIM," tegas Kasat.

Keselamatan yang pertama dan utama maka sistem sistem dalam sim adalah untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Karena SIM untuk keselamatan dalam berlalu lintas, dan bukan dilihat dari harganya, namun juga harus dilihat dari inti pembuatan SIM tersebut, yang berguna untuk keselamatan dalam berlalu lintas bagi keselamatan kemanusiaan," Jelas Kasat. (Rilis)

 

TAUFIK SARAGIH