Praktik Perambahan Kayu Mahang Dari GSK Marak

No comment 968 views
Women face

TALANG MUANDAU-, Praktik perambahan hutan jenis anak kayu yang berdiameter 30 CM atau kayu mahang, tampak bebas dan marak tanpa adanya hambatan yang berasal dari hutan Giam Siak Kecil (GSK) diwilayah desa Tasik Serai Barat kecamatan Talang Muandau kabupaten Bengkalis Riau.

 
Kayu jenis Mahang tersebut  yang berasal dari hutan GSK atau yang lebih sering disebut hutan Biosfer itu, biasanya dibawa kewilayah kota Dumai untuk dijadikan crocok dan kekota Pekan Baru untuk dijadikan palet.
 
Menurut keterangan salah satu aktivis LSM Mandau Mandiri yakni, Adventus Sitorus mengatakan, praktik perambahan hutan untuk kayu jenis mahang diwilayah hutan GSK sudah tampak lama berlangsung. Namun tidak pernah tersentuh oleh para penegak hukum.
 
"Sudah lama praktik perambahan kayu mahang diwilayah hutan GSK ini, tapi tidak pernah tersentuh oleh hukum. Nah, anehnya lagi, kalau kayu yang dijadikan bahan untuk masyarakat ditangkap dan diproses secara hukum," ujarnya.
 
Masih kata akrivis LSM Mandau Mandiri itu, kayu mahang yang hendak dibawa kePekan Baru dan Dumai tersebut yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat dengan mengatas namakan kelompok tani, hanya pormalitas saja guna mengelabui saat para petugas memeriksa kelengkapan dokumen saat kayu mahang dibawa kePekan Baru dan kota Dumai.
 
"Dokumen kayu mahang itu hanya pormalitas saja yang katanya berasal dari lahan masyarakat, dan hal itu tidak sesuai fakta, dan itu bisa kita buktikan dilapangan," terangnya.  
 
"Saya berharap, pihak terkait yakni dinas kehutanan segera tanggap akan perambahan hutan GSK yang sedang terjadi. Sebab pemerintah telah menggalakan Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk menghutankan kembali GSK yang sudah dirambah oleh oknum oknum yang berkepentingan sebelumnya," harapnya.
 
 
Parlin S Nababan