Pencapaian Angka Investasi di Kota Pekanbaru Sudah Melebihi Target

Women face

PEKANBARU - Menyandang status sebagai ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru merupakan sebuah daerah otonom di Provinsi Riau yang memiliki keterbatasan potensi SDA (sumber daya alam). Dinamika kota ini lebih banyak ditopang oleh kegiatan di sektor perdagangan dan jasa, ditambah dengan sejumlah sektor lainnya.

Itu artinya, untuk mendinamisasi kegiatan perekonomian, salah satu instrumen yang sangat diharapkan adalah masuknya investasi dari berbagai sektor. Sebab investasi yang masuk, selain memacu laju pertumbuhan ekonomi kota, juga diharapkan membuka peluang kerja dan kesempatan berusaha yang luas bagi penduduk Pekanbaru, yang jumlahnya terus menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Dalam konteks ini, peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pekanbaru untuk menarik investor menanamkan modalnya di kota Metropolitan yang Madani menjadi sangat penting dalam mewujudkan Kota Pekanbaru yakni menjadi Kota tujuan investasi terbaik se-Indonesia.

Pasalnya, dengan banyaknya kemudahan yang diberikan tentu akan diiringi dengan ramainya pelaku usaha yang melirik serta menjadikan Pekanbaru sebagai tempat mereka menanamkan modalnya. Seperti sebuah ungkapan 'Dimana ada gula pasti disitu ada semut' yang artinya DPM PTSP ?akan membuat Kota Pekanbaru manis layaknya gula yang diselalu dicari para investor untuk mengembangkan usaha-usaha mereka di kota ini.

Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelaku usaha yang hendak menanamkan modalnya di Kota Pekanbaru, kegiatan yang paling anyar dilakukan DPM PTSP Pekanbaru yakni bagi-bagi ilmu dengan seluruh pelaku usaha tentang aturan dan kebijakan yang berlaku di Kota Pekanbaru di Hotel Grand Elite beberapa waktu lalu.

1509344306-Fakta Riau-Kantor Dinas PMTSP Pekanbaru  (f int)

“Dengan adanya persamaan persepsi antara dunia usaha dengan kami (DPM PTSP) tentu seluruh urusan administrasi perizinan akan lebih mudah dan cepat untuk diproses,” ungkap Kepala Badan PTSP, M. Jamil M. Ag.M.Si. ketika memberikan pengarahannya kepada seluruh investor yang hadir dalam acara tersebut.
Tidak tanggung -tanggung, pihak DPM-PTSP Pekanbaru langsung memboyong undangan yang terdiri dari 25 orang dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau perwakilan menghadiri pembukaan dan 100 orang investor atau perusahaan yang bidang antara lain konstruksi, perkebunan, perhotelan, rumah sakit dan lain-lain. Disamping itu, DPMPTSP juga menghadirkan ?narasumber yang sangat berkompeten dalam memberikan pemahaman, yakni ?Kasubdit Fasilitas Sektor Sekunder (Esselon III) dari Badan Kebijakan Penanaman Modal BKPM RI Bapak Henry Rombe, ST dengan memberikan materi tentang Pedoman dan Tata Cara Permohonan Fasilitas dalam rangka Penanaman Modal dan Kepala Seksi Fasilitas (Eselon IV) Kanwil Bea Cukai Riau Sumbar Bapak Arie Kusuma, MM dengan memberikan materi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor bagi Industri Kecil Menengah (KITE IKM).

Dalam hal pelayanan, pihak di DPM-PTSP Pekanbaru hingga saat ini terus berinovasi, dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi sebagai wadah dalam peningkatan pelayanan publik, khususnya pelayanan perizinan dan non perizinan yakni melalui penerapan Aplikasi SIMPEL Mobile.

Aplikasi SIMPEL Mobile tersebut merupakan inovasi terbaru dari DPMPTSP kota Pekanbaru dimana manfaatnya adalah memudahkan masyarakat mengurus perizinan dan non perizinan dengan menyelarasakn amanat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

1509344414-Fakta Riau-Dinas PMTSP Pekanbaru kumpulkan para calon investor  (f rtc)

Disamping itu, DPMPTSP memberikan layanan kelas VIP kepada seluruh investor baik itu lokal maupun luar daerah Pekanbaru. Pasalnya, seluruh pengusaha rata-rata sudah mengunakan handphone android untuk mengakses proses perizinan yang mereka berikan. Jadi para investor cukup mendownload Aplikasi SIMPEL Mobile DPM-PTSP dan mereka bisa mengetahui langsung tentang izin usaha yang mereka miliki. “Dengan begitu, pengusaha tidak perlu antri dan repot-repot lagi datang ke kantor kami. Cukup lewat HP saja, bisa mengetahui sampai dimana proses perizinan yang mereka urus. Jika sudah siap mereka tinggal ambil,” paparnya.

Selain itu, DPM-PTSP berencana mengembangkan tanda tangan elektronik yang tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada seluruh investor dan percepatan proses perizinan. “Jadi, jika Kepala DPM-PTSP sedang pergi dinas luar kota, anda tidak perlu risau. Karena setiap berkas yang masuk akan langsung ditanda tangani melalui aplikasi tandatangan elektronik, mudah bukan,” paparnya lagi.

Upaya yang dilakukan dinas itu tidaklah sia-sia. Belum lama ini Pemko Pekanbaru kembali menerima penghargaan sebagai Kota terbaik Indonesia Attractiveness Award (IAA) tahun 2017 dari Tempo Media Group bekerjasama dengan Frontier Consulting Group di Ball Room The Weisten Jalan Rasuna Said Jakarta.Acara ini merupakan ajang pemberian penghargaan untuk pemerintah kabupaten, kota dan provinsi. IAA memberikan penghargaan untuk 26 kategori, sedangakan Kota Pekanbaru sendiri menjadi pemenang Indonesia Attractiveness Award 2017 dengan Kategori Kota Terbaik Index 80.79

Penghargaan ini langsung diterima oleh Walikota Pekanbaru Firdaus didampingi Setdako Pekanbaru M Noer dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil. "Terpilihnya Kota Pekanbaru sebagai pemenang Indonesia Attractiveness Award 2017 menunjukkan adanya potensi besar Kota Pekanbaru untuk dapat menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis," kata Walikota Pekanbaru, Firdaus, Ahad (1/10).

Dalam cakupan makro, nilai investasi yang masuk ke Kota Pekanbaru terus menggeliat di bawah kepemimpinan Firdaus-Ayat. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, sepanjang tahun 2017, investasi di Pekanbaru sudah mencapai Rp4,2 triliun. "Target investasi kita untuk tahun ini sebesar Rp4,7 triliun. Sementara triwulan ke III, sudah mencapai Rp4,2 triliun," kata Kepala Dinas PMPTSP Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil.

Besaran nilai investasi tersebut sebenarnya sudah diluar perkiraan dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Jamil, menyebutkan, bentuk investasi tersebut merupakan implementasi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Pekanbaru. "Jadi tahun ini kita yang paling besar di Riau. Alhamdulillah ini menunjukkan kepercayaan investor yang cukup besar di Pekanbaru," cakap Jamil, sebagaimana dilansir cakaplah.com.

1509344511-Fakta Riau-Kepala Dinas PMTSP Pekanbaru, M  Jamil  (f int)

Menurut rincian data DPMPTSP Kota Pekanbaru, dari Rp4,2 triliun investasi yang masuk ke Kota Pekanbaru, mayoritas berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). "Tahun ini PMA lebih unggul sekitar 65 persen dibanding PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," imbuhnya. Sementara itu, dari Rp4,2 triliun yang telah masuk tersebut, Rp3,5 triliun diantaranya berasal dari konsorsium bidang energi yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Tenayan Raya.

Lebih lanjut Jamil menjelaskan, memasuki triwulan ketiga 2017 ini, terdapat calon investor baru yang kembali berminat menanamkan modalnya di Kota Pekanbaru. Calon investor yang ia sebut merupakan PMDN itu berencana mengembangkan proyek infrastruktur dengan nilai yang diperkirakan mencapai RpRp500 miliar. Bahkan, komunikasi antara calon investor dengan Pemerintah Kota Pekanbaru telah berjalan dalam satu bulan terakhir. Bahkan, ketertarikan investor yang masih ia rahasiakan namanya itu telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare untuk mewujudkan investasi tersebut.

"Lahan itu telah disiapkan di jalan Harapan Raya, Kota Pekanbaru, yang merupakan salah satu sentra bisnis di daerah berjuluk Kota Madani itu," tuturnya. Ia mengatakan, investor tersebut rencananya akan menanamkan modal untuk mengembangkan konsep "one stop living" terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan dan hiburan air atau waterpark. (adv/hms/rtc/trc)