Multi Years Gagal di Kerjakan, Warga Mulai Cemaskan Kerusakan Jalan Gajah Mada Duri

Women face

MANDAU-, Kondisi kerusakan jalan Gajah Mada Duri tepatnya jalan yang memisahkan kecamatan Mandau dan kecamatan Pinggir menuju kecamatan Talang Muandau kabupaten Bengkalis Riau, mulai memprihatinkan. Pasalnya, kerusakan mulai terlihat dibeberapa titik dijalan tersebut.

Seperti terpantau disepanjang jalan yang belum diaspal tersebut, terlihat sejumlah lubang yang menganga yang tergenang air. Dan yang lebih parah lagi terlihat dikm 9 dan 15. Genangan air tampak mengisi jalan yang berlubang dan terlihat layaknya seperti kubangan. Bahkan kedalaman sejumlah kubangan tersebut mencapai 50 cm bahkan lebih.
 
Sejumlah warga yang tinggal dibeberapa desa didalam, mulai cemas melihat kondisi jalan yang mulai rusak itu. Kecemasan sejumlah warga mulai terdengar saat beredarnya isu kalau pengerjaan jalan Gajah Mada yang menjadi program unggulan kabupaten Negeri Junjungan yakni, program Multi Years, ditunda pengerjaannya. 
 
"Program unggulan pemkab Bengkalis yang sudah tersebar kemana mana, isunya ditunda yang salah satunya pengerjaan jalan Gajah Mada ini. Nah, ini yang membuat kami cemas dan binggung," ujar salah satu warga desa Tasik Serai yakni, Hendrik Sitompul.
 
Nada cemas juga diutarakan oleh warga lainnya yakni, Adilman B. Pria tersebut mengatakan kalau pengalaman buruk akibat kerusakan jalan Gajah Mada yang kerap terjadi disetiap musim penghujan yang akan membuat trauma warga akibat terpuruknya perekonomian masyarakat terutama petani sawit.
 
"Setiap dipenghujung tahun selalu musim penghujan, jalan Gajah Mada ini pasti akan hancur seperti tahun tahun sebelumnya. Infonya pengerjaan jalan Gajah Mada Duri melalui program MY akan ditunda. Yang menjadi pertanyaan, apakah peningkatan pengerjaan jalan Gajah Mada ini secara reguler ditahun ini tidak ada juga?," ujarnya bertanya. 
 
Salah satu anggota DPRD kabupaten Bengkalis yakni, Rianto, SH dikomfirmasi faktariau.com belum lama ini terkait beredarnya isu ditundanya pengerjaan jalan Gajah Mada Duri dikerjakan melalui program MY megatakan belum ada kepastian, sebab APBD P belum disahkan.
 
"APBD P  belum disahkan, belum tentu juga pengerjaannya ditunda, intinya tunggu APBD P disahkan dulu. Kami sebagai DPRD hanya bisa menyampaikan, ini loh pak bupati anggaran kita, semua tergantung pada bupati. Ketika pengerjaan program MY tertunda, kita tidak bisa juga semata mata menyalahkan bupati, anggaran itu yang tidak ada, tapi kita tunggu saja APBD P ketuk palu," jelasnya.
 
 
Parlin S Nababan