Kuasa Hukum Penghulu Bangko Bakti, Nyatakan Tuntuhan PT BHI Tidak Berlandaskan Hukum Yang Pasti

Women faceNurdin Sipahutar SH

ROKAN HILIR-Bermula dari tuntutan masyarakat kepenghuluan Bangko Bakti terhadap PT CPI maupun Subnya, agar masyarakat tempatan dapat menjadi tenaga kerja, dan PT CPI maupun Sub PT CPI agar melaksanakan tanggung jawab sosial juga lingkungan diwilayah operasionalnya, hal tersebut menghasilkan tuntutan perbutan tidak menyenangkan terhadap penghulu Bangko Bakti oleh PT BHI ke Polres Rohil.

Penghulu Bangko Bakti, Husni Tamrin SAP melalui kuasa hukumnya Nurdin Sipahutar S.H, Senin (2/4/18) membenarkan adanya tuntutan dari PT Baker Hughes Indonesia (BHI) Kepada kliannya tersebut.

"Benar adanya, siang tadi saya bersama penghulu menghadiri panggilan yang disampaikan polres Rohil kepada klaian kami," jelasnya.

Lanjut Nurdin, penghulu Bangko Bakti tidak pernah menyuruh masayarakatnya untuk melakukan penyetopan terhadap kendaraan operasional PT CPI maupun Sub PT CPI, khususnya kepada PT BHI.

Tindakan pemuda Bangko Bakti sebenar agar Sub PT CPI kembali melakukan koordinasi kepada masyarakat dikantor kepenghuluan Bangko Bakti sesuai kesepakatan pihak PT CPI di aula desa bangko bakti dan Bangko Camp.

"Saya nyatakan tuntutan PT BHI kepada penghulu Bangko Bakti tidak Berlandaskan hukum yang pasti dan tidak sesuai fakta dilapangan," tegasnya.

Nurdin Sipahutar S.H juga sangat menyayangkan tindakan PT BHI, karena memaksakan diri untuk membuat laporan ke Polres Rohil terhadap Husni Tamrin SAP, padahal penghulu Bangko Bakti tersebut sama sekali tidak pernah melakukan hal yang dilaporkan pihak PT BHI melalui humasnya.

"Saya menganggap laporan tersebut tanpa dasar hukum yang jelas, karena surat panggilan saudara Husni Tamrin dalam hal memintai keterangan tentang dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, tanpa ada keterangan siapa yang terlapor, dan lokasi kejadian tindak pidana yang dimaksud, artinya pihak BHI memang tidak tahu siapa yang ingin dilaporkannya," jelasnya.

Lanjutnya, Bahkan pasal yang dipakai juga tidaklah sesuai, karena sama sekali tidak ada melakukan paksaan maupun kekerasan yang dilakukan saudara Husni Tamrin kepada siapapun seperti yang dituduhkan pihak PT BHI kepadanya.

 

T SARAGIH