Ketua LPA Riau : Bupati Rohil Harus Ambil Tindakan Tegas Terkait Bau Busuk Limbah  PT BSS Yang Meresahkan Masyarakat Memiliki Anak Balita

Women faceEsther Yuliani, Ketua Perlindungan Anak Riau

ROKAN HILIR - Adanya keluhan menyedihkan dari Ayu seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak kecil terkait bau busuk limbah PT. BSS mendapat tanggapan serius dari Pemerhati Anak Riau.



Ayu yang berdomisili dikepenghuluan Bangko Sempurna, Dusun Sido Mulyo, RT.07/RW.03, Kecamatan Bangko Pusako, mengeluhkan bau busuk limbah PT.BSS.



Pasalnya Ayu dan anak-anak mengaku selalu pusing saat bau busuk limbah PT BSS mulai menyerang penciumannya baik pagi, maupun hingga malam hari.



"Sebenarnya dalam satu rumah kami ini ada tiga orang bayi, yang dua anak ku, dan satu lagi anak keluargaku, jadi bau busuk limbah ini sangat mengganggu pastinya, anak  kami selalu nangis disaat saat bau limbah itu menyerang kami," ujarnya.



"Biasanya bau busuk itu tercium pagi hari, kadang malam, apa lagi anak saya tidurnya di luar kamar. Sehingga membuat kami tak bisa tidur nyaman," keluhnya kepada Awak Media.



Ayu juga mengungkapkan, sejak berdirinya PT.BSS tersebut, ia sama sekali tidak pernah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis baik dirinya maupun anak-anaknya. Bahkan ia juga tidak pernah menerima CSR yang semestinya menjadi kewajiban perusahaan PT.BSS tersebut.



Hal inipun ditanggapi serius Esther Yuliani Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA-Riau).



Menurut Ketua LPA Riau ini, bahwa dampak dari permasalahan limbah tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak. karena yang namanya limbah, selalu berbahaya bagi kesehatan anak, besar pengaruh terhadap pertumbuhan otak anak.



"Jelas permasalahan itu berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak-anak, sebab mereka sudah terkontaminasi bahan kimia perusahaan tersebut. Karena pecemaran udara  akan merusak kecerdasan anak dan polusi udara juga dapat mempercepat penuaan Otak," ungkap Esther Yuliani kepada Awak Media, Rabu (10/10/2018) via Whatshappnya. 



"Saat ini LPA Riau terus mengkampanyekan Kota Layak Anak, Kota Ramah Anak. Nah tentunya permasalahan pencemaran PT.BSS tersebut, tidak akan berpihak terhadap Kota Ramah Anak. Dikarenakan selalu mencium aroma bau busuk. Pernafasan atau paru anak akan berpengaruh dengan adanya limbah yang mereka hirup setiap hari," imbuh Ketua LPA Riau ini. 



Esther Yuliani juga memaparkan, bahwa limbah bahan kimia tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak dalam pembentukan otak anak, pembentukan tulang anak, juga gangguan saraf pada anak. Bau busuk limbah menjadi sumber penyakit, bahkan penyebab kematian Dini meningkat drastis.



"Tidak hanya bagi anak-anak, bagi ibu hamil dan menyusui juga sangat berbahaya untuk tumbuh kembang Bayi atau zanin yang masih didalam kandungan" ungkap Ketua LPA Riau. 


Semestinya, lanjut Esther bahwa perusahaan harus mempersiapkan penyaluran limbah baik darat maupun udara, dapat dibuatkan instalasi pembuangan yang layak dan pas dilingkungan nya. Sesuai aturan pemerintah, guna mencegah pencemaran limbah dan bau busuk yang menyengat.



"Saya terus mengikuti informasi pemberitaan dari rekan-rekan media selama ini, dan kemaren saya juga membaca bahwa ada anak-anak sekolah terganggu saat proses belajar. Mereka harus menutup hidungnya akibat tidak tahan aroma bau busuk limbah dari perusahaan tersebut," ungkap Esther Yuliani.



"Nah, semestinya hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah dan harus peduli, yaitu Penghulu, Lurah, Camat, terutama kepada Bupati Rokan Hilir. Dikarenakan ini menyangkut orang banyak,  khususnya terhadap kesehatan anak-anak," imbuh Esther. 



Lanjutnya,"Jika anak-anak disekitar perusahaan sudah mengalami dan terlanjur sakit serta sesak nafas, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini. Sebab saya membaca keluhan dari Ayu, bahwa dirinya dan anak-anaknya tidak pernah mendapat bantuan kesehatan dan CSR dari perusahaan tersebut." tegas Esther Yuliani. 



Ketua LPA Riau ini juga menghimbau kepada Bupati Rokan Hilir Suyatno, untuk segera mengambil tindakan terkait permasalahan ini. Sebab ini sudah meresahkan masyarakat, terutama bagi ibu-ibu yang memiliki anak balita.



Terkait hal ini, awak media mencoba konfirmasi kepada Suwandi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hilir, bagaimana hasil Uji Pengambilan Sample Baku Mutu Udara PT.BSS beberapa hari lalu yang  dilakukan oleh DLH Rohil dan Sucofindo. Yang hingga kini belum diketahui publik apa hasilnya tersebut. Sehingga menjadi tanda tanya Publik akan hal tersebut. 











(Tim)