Kementrian ESDM Resmikan Program LTSHE di Tasik Serai

No comment 863 views
Women face

TALANG MUANDAU-, Bertempat dihalaman SDN 40 yang berada di jalan Sempurna Baru dusun Beringin desa Tasik Serai kecamatan Talang Muandau kabupaten Bengkalis Riau, Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dari kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) pada rabu (6/2/2019).

 
Program LTSHE yang diresmikan oleh kementrian ESDM yang diterima oleh masyarakat tersebut, sebanyak 246 unit  yang terbagi ditiga desa yang berada dikabupaten Bengkalis, dengan rincian 119 unit didesa Tasik Serai, 60 unit didesa Koto Pait Beringin dan 67 unit didesa Tasik Tebing Serai.
 
Kabag ekonomi setda kabupaten Bengkalis Aulia Army Efendi. STTP dalam sambutannya mengucapkan rasa trimakasih atas bantuan program dari kementrian ESDM pusat dikabupaten Bengkalis yang sudah dapat terlaksana. Dan program tersebut merupakan program pusat yang pertama kali diBengkalis.
 
"Program ini salah satu progaram penerangan desa, diharapkan pada masyarakat agar dimanfaatkan sebaik baiknya dalam jangka lama guna membangun perekonomian masyarakat," ujarnya.
 
Diacara peresmian itu, Ir. Abadi Poernomo Dipl. Geoth, En. Tech, selaku anggota Dewan Energi Nasional mengatakan, program LTSHE baru terlaksana tiga tahun lalu dan mulai digunakan didaerah darah terpencil dan daerah daerah terisolasi dan daerah daerah perbatasan. Kementrian ESDM dan pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menjalakan berbagai program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah penyediaan LTSHE yang dianggap daerah gelap gulita dan tidak terjangkau oleh aliran listrik.
 
"LTSHE adalah merupakan program terobosan untuk menerangi masyarakat yang saat ini jumlah desa yang masih gelap gulita sudah mencapai 2500 desa diseluruh Indonesia, dan ditahun 2017 program LTSHE telah dilaksanakan di 5 provinsi dengan jumlah unit sekitar 79.000. Kemudian ditahun 2018 dilaksanakan di16 provinsi dengan jumlah unit 172. 996 untuk menerangi 610 desa.
 
"Artinya kalau 2500 desa yang gelap gulita masih ada tugas pemerintah pusat untuk 900 desa yang harus diterangi. Dan ini tugas yang luar biasa beratnya dan harus dilaksanakan sesuai program Nawa Cita dari poin ke 7 dan harus dilaksanakan dengan segera, agar seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati terangnya lampu," ujarnya.
 
Abdi Poernomo juga menjelaskan, Riau merupakan satu wilayah yang mendapat alokasi pemasangan LTSHE sejumlah 457 unit yang tersebar dibeberapa kabupaten, yang diantaranya termasuk 246 unit dikabupaten Bengkalis untuk 3 desa. Program LTSHE adalah merupakan salah satu instrumen untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat mendapatkan akses energi modern sebagai upaya untuk mewujudkan keadilan dengan menggunakan APBN. Sehingga APBN bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
"Kami juga memberi penghormatan dan sangat mengapresiasi atas kerjasama serta dukungan provinsi Riau dan kabupaten Bengkalis dalam menjalankan program LTSHE  bisa berjalan dengan baik. Mudah mudahan program LTSHE ini bisa bermaanfaat dan bisa meningkatkat perekonomian masyarakat," ujarnya.
 
Salah satu penerima program LTSHE yang juga ketua RT 01 RW 04 yakni, Beni kepada wartawan mengatakan, sejumlah warganya merasa senang saat salah satu program Nawa Cita dari kementrian ESDM bisa dinikmati oleh masyarakatnya.
 
"Kami sangat senang dan berterimakasih pada pemerintah. Soalnya saat ini kampung kami sudah terang saat malam hari," ujar ketua RT itu usai acara peresmian program LTSHE tersebut.
 
Parlin S Nababan