Kamis Malam Warga Kembali Keluhkan Bau Limbah Yang Sesakkan Pernapasan

Women faceWarga Saat Melihat Limbah Yang Mengalir Disungai Kecil yang Berada Didekat Permukiman Mereka

ROKAN HILIR-Warga kepenghuluan Bangko Sempurna, dusun Mulia Makmur, kecamatan Bangko Pusako kembali keluhkan bau limbah yang mereka duga dari PKS PT Balam Sawit Sejahtera (BSS).
 
Warga dusun Mulia Makmur Wandi (34), Rabu (12/9/18) mengaku bau limbah Kamis malam ini mulai dari habis Sholat Insya', dan bau limbah tersebut tidak dapat ditentukan kapan pastinya timbul bau tersebut.
 
"Ya cukup bau, gak malam ini saja dari semalam semalamnya juga bau, setiap malam, cuman gak menentu, kadang sini bau tempat lain nggak, ngerilah bau nya," ujarnya menyakinkan.

Wandi juga mengatakan bahwa ia juga memiliki anak yang masih kecil, pada saat itu pernah sakit, saat dibawa berobat, bidan mengatakan bahwa anaknya mengalami sakit ispa, sakit anaknya itu udah ada seminggu yang lalu, usia anaknya dua tahun setengah.

"Kalau bisa ya bau limbah ini tidak ada lagi, pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir dan Dinas Kesehatan untuk dapat kiranya menindak lanjuti masalah limbah yang sangat mengganggu pernapasan warga," pintanya. 

Warga yang bernama Tasman (53) yang mengaku sudah tinggal didusun Mulia Makmur pada tahun 1986, mengatakan bahwa tepat dibelakang rumahnya itulah berdiri PT PKS BSS, yang diperkirakan berjarak kurang lebih 400 meter, sangat merasakan bau menyengat dan bisingnya suara yang berasal dari pabrik kelapa sawit tersebut.
 
"Dari berdirinya pabrik itu, dan pengelolaan dari libah sekitar empat sampai lima bulan kami sudah merasakan bau menyengat dari limbah tersebut, Karna kemungkinan dari pembuangan limbah pabrik ini tidak memungkinkan, tidak memadai untuk menampung limbah sehingga limbah tersebut dilimpahkan kelokasi, ya itu ke tanah masyarakat atau bekoan yang mengarah ke sungai alam," tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa pembuangan limbah sembarangan ini sangat mengganggu dari pada lingkungan atau pencemaran udara serta pengairan dibekoan yang biasanya dulu tempat mereka memancing ikan, karna sebelumnya dibekoan itu banyak ikannya, warga biasanya memasang bubu untuk untuk mencari lauk sehari harinya. 

"Saya buktikan sendiri dialur sungai itu banyak ikan bermatian, bahkan limbah tersebut sekitar satu bulan yang lewat itu istri saya menyiram bibit cabe, karna tangan nya kenak limbah bekoan tersebut melepuh tangannya sebelah kanan," katanya dengan kesal.

Itulah yang dialaminya, jadi sangat mengganggu terhadap masyarakat, masalah pencemaran udara dan air dilingkungan mereka sangat mengganggu ketentraman masyarakat disekitar berdirinya pabrik tersebut.

"Masalah kebisingan mungkin setiap malam kami rasakan, apa bila malam pihak dari pabrik tersebut membuka atau suaranya ini terlalu bebas kali, kami apa bila istirahat pada malam hari sangat terganggu," terangnya.

Warga juga mengatakan kalau mendengarkan hiburan dari salah satu Chanel tv tidak kedengaran lagi akibat suara bising dari pabrik tersebut, maka volume tv harus lebih keras dari biasanya, sebelum berdirinya pabrik tersebut.

Mereka berharap kepada pihak terkait, untuk dapat memberi pengarahan kepada pihak management perusahaan agar lebih memikirkan kesehatan masyarakat diseputaran pabrik tersebut. 

"Untuk membuktikan dari pada ketentuan limbah tersebut, dari DLH bisa menginap disini, bila dia tidak menginap dia tidak mengetahui dan mencium bau limbah tersebut, dan membuktikan dari pada air yang tercemar tersebut mereka tidak akan tau kalau tidak menginap," jelas Tasman.

Menurut informasi dan fakta dilapangan warga mengatakan kalau malam hari limbah tersebut baru alirkan keparet ataupun kebekoan, tapi kalau siang itu aliran tersebut ditutup.

"Yang terutama sekali yang kami sayangkan itu masalah pencarian dari kehidupan masyarakat sekitar sini, itu ikan banyak yang mati, kami biasanya setiap minggu masyarakat sini ataupun setiap hari, untuk anak anak biasanya bisa mandi mandi, dan cari hiburan disana, kalau sore pulang sekolah anak anak pada mandi, dan mancing dialiran sungai tersebut," jelasnya.

Lebih jelas sungai kecil tersebut  adalah wahana tempat bermain anak anak dan orang dewasa juga, namun sejak limbah ini masuk kealiran sungai sirnalah kebahagian warga. Lebih mirisnya warga harus menyaksikan sendiri ikan ikan tersebut pada mabuk, dan airnya tidak dapat dikonsumsi lagi, karena rasanya pahit dan tidak enak lagi.
 
 
 
Taufik Saragih