Ibu dan 2 Anaknya Tewas Terpanggang di Meranti

No comment 267 views
Women face

PEKANBARU-Tiga buah rumah di Jalan Nusa Indah, Gang Sempurna, Kelurahan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilalap api pada Sabtu 23 September 2017 malam. Akibat kejadian ini, seorang ibu dan 2 anaknya ditemukan tewas terpanggang.

"Penyebab kebakaran masih diselidiki, dugaan sementara berasal dari lilin dan lampu teplok yang digunakan korban. Pasalnya rumah korban tidak dialiri listrik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo SIK, Minggu (24/9/2017) siang.

Guntur menerangkan, kebakaran pada pukul‎ 20.40 WIB itu pertama kali dilihat oleh Supriadi yang baru saja pulang. Di rumah, pria 41 tahun ini membangunkan anaknya yang tidur di depan televisi dan membawanya ke kamar.

Dari kamarnya itu, Supriadi melihat api dari ruah Kok Ho yang ditinggali Amek bersama 2 orang anaknya. Saksi ini juga mendengar teriakan minta tolong dari sana. Diapun keluar untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Saat dipadamkan itu, api semakin membesar dan menyambar rumah lainnya, termasuk rumah saksi sendiri," kata mantan Kapolres Pelalawan ini.

Supriadi kemudian berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Hanya saya upaya masyarakat memadamkan api sia-sia karena keterbatasan peralatan. Api kian membesar dan menghanguskan 3 rumah sehingga rata dengan tanah.

Barulah beberapa jam setelah kebakaran, 2 unit mobil pemadaman kebakaran datang. Pemadaman kemudian dilakukan petugas gabungan Polri, TNI dan masyarakat. Api baru bisa dijinakkan beberapa jam kemudian, hanya saja rumah sudah hangus.

‎Hasil olah tempat kejadian perkara, awalnya ditemukan 2 kerangka manusia yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Hasil identifikasi, juga dikuatkan keterangan saksi2, ‎kerangka itu bernama Amek dan anaknya Cin Tia.

"Ditemukan di rumah yang dimiliki Kok Ho. Nama ini merupakan orang tua korban," jelas Guntur.

Beberapa jam kemudian, setelah dilakukan pencarian lagi, ditemukan 1 kerangka lagi yang masih kecil. Dugaannya kerangka ini merupakan anak Amek satu lagi yang masih bayi berusia 1 tahun.

"Kerugian materi dari kejadian ini adalah Rp 400.000.000. Api diduga berasal dari lilin dan lampu templok rumah yang ditinggali korban dan anaknya," kata Guntur.

Reporter: Syukur

Redaktur: Rio