Dua Sindikat Narkotika Malaysia Dituntut Hukuman Mati

No comment 395 views
Women face

PEKANBARU-Dua penyelundup 5 kilogram sabu dan 1.599 butir pil ekstasi dari Malaysia, Suripto dan Hariyanto alias Pao Pao tengah di ujung hayatnya karena dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Keduanya dinyatakan bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena bisa merusak ribuan jiwa masyarakat.
 
"Menuntut kedua terdakwa dijatuhkan hukuman mati," tegas JPU Pince membacakan tuntutan kepada mjelis hakim yang dipimpin oleh Toni Irvan SH, Senin 23 Oktober 2017 petang.
 
Dalam amar tuntutannya, Pince meyakini kedua terdakwa bagian dari jaringan narkotika internasional Malaysia. Keduanya juga memenuhi unsur pidana dalam Pasal 132 juncto Pasal 114 dan atau Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
 
Dan ingin hidupnya selamat, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya, Hendra menyatakan akan mengajukan pembelaan atau pledoi pada sidang berikutnya.
 
"Kami akan mengajukan nota Pledoi yang mulia," ujarnya.
 
‎Dalam kasus ini, masih ada 5 terdakwa lainnya. Hanya saja nasibnya lebih baik dari 2 terdakwa ini karena dituntut JPU hukuman penjara seumur hidup karena berperan sebagai kurir dalam sindikat ini.
 
Kelima terdakwa itu, Ramli, Anton, agung, chairudin, dan Ariyanto. Kelimanya terlebih dulu dibacakan tuntutannya oleh JPU.‎ Dan dari kelimanya, hanya satu terdakwa yang menggunakan jasa kuasa hukum, Ramli dan hanya dirinya pula yang berencana mengajukan pledoi.
 
"Sidang kita tunda Senin pekan depan. Masing-masing terdakwa silakan menuliskan nota pembelaannya, baik melalui kuasa hukum atau pribadi," ujar Hakim Toni Irvan.
 
Para terdakwa ini ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau pada Maret 2017. Dua terdakwa pertama ditangkap di jalan lintas Pekanbaru-Duri ketika baru saja menjemput sabu dan ekstasi dari Malaysia melalui Pulau Rupat, Bengkalis.
 
Terdakwa Hariyanto merupakan supir, sementara terdakwa Suripto merupakan otak pelaku narkotika tersebut. Ia juga dikeyahui sebagai bandar di Pekanbaru, di mana sejumlah kurir menjemput barang haram ini kepadanya di Pekanbaru.
 
Dari keduanya, petugas menemukan sabu serta pil ekstasi dalam kotak yang sudah dipaketkan. Setelah dihitung, sabunya mencapai 5 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 1.599 butir. Dari keduanya, diamankan pula ‎5 terdakwa lainnyayang hendak menjemput barang haram itu ke Suripto.
 
Terdakwa Suripto diduga menjadi bagian dari jaringan internasional narkotika dari Malaysia. Dia merupakan pemasok sabu dan ektasi untuk Riau, kemudian disebar ke Sumatera Utara dan Jambi. ‎
 
Reporter : Syukur
Redaktur : Sidik