Dihidangkan Makan Bajambau, Gubri Ingatkan Masyarakat Untuk Lestarikan Alam

Women face

KAMPAR-Kehadiran Gubernur Riau (Gubri) H. Arsyadjuliandi Rachman di Kabupaten Kampar mengingatkab kepada semua elemen masyarakat untuk dengan kesadaran dan rasa tanggung moral yang tinggi menjaga kondisi alam, yang diharapkan akan bermanfaat bagi kepentingan anak-cucu kelak di kemudian hari.

''Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Riau, khususnya warga Teluk Jering, agar bisa menjaga kondisi alam sehingga bisa bermanfaat untuk anak cucu di kemudian hari,'' tutur Gubri yang akrab dengan sapaan Andi Rachman ini ketika menghadiri undangan makan Bejambau (berhidang, red) di Objek wisata Dusun Tiga Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Sabtu (9/12/2017).

Gubri yang mantan anggota DPR RI dari Dapil Provinsi Riau ini pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, kondisi Alam Dusun tiga Teluk Jering merupakan anugerah tak terhingga yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. ''Kekayaan Riau, baik alam dan budayanya yang terbentang sepanjang aliran empat sungai besar yaitu Rokan, Siak, Kampar dan Kuantan-Indragiri dijadikan konsep untuk merunut potensi wisata yang ada di Riau,''katanya.

''Teluk Jering tepat berada pada tepian sungai Kampar yang tentunya memiliki kisah unik. Di Negeri Serambi Mekah ini, peninggalan sejarah banyak tercecer mulai dari Candi Muara Takus hingga Kerajaan Gunung Sahilan. Kondisi itu semua memiliki potensi pariwisata berbasis budaya yang bisa dikembangkan,'' kata Gubri, sebagaimana dilansir riaugreen.com.

Acara makan bajambau yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat beserta seluruh warga dusun itu dilaksanakan di bawah rimbunnya pohon karet dengan beralaskan tikar yang terbuat dari bambu. Hal ini pun menjadikan suasana yang sederhana itu menjadi keunikan tersendiri.

Acara yang telah dipersiapkan oleh panitia sejak bulan November lalu, dalam rangka menjalin silaturrahmi serta mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Dusun Tiga Teluk Jering, Husni Mubarak, menyampaikan kegiatan itu merupakan inisiatif tokoh masyarakat beserta seluruh warga, karena sejak daerahnya dikenal sebagai objek wisata alam, banyak masyarakat luar yang datang sehingga memberikan dampak ekonomi yang lumayan tinggi.

''Acara ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah Subhanahu Wata'ala, karena telah memberikan alam yang banyak manfaatnya kepada masyarakat di daerah kami,'' kata Husni Mubarak.

Pada awalnya, tambah Husni, mata pencarian masyarakat Dusun tiga Teluk Jering hanya mengandalkan dari sektor perkebunan karet dan perikanan. ''Sejak kampung kami berubah menjadi objek wisata alam banyak pendapatan ekonomi masyarakat kami meningkat,'' jelas Husni.

1513697040-Fakta Riau-3697C0A1-3FB6-4474-8FE3-1D08DCE6D59E-5770-0000066D81CE8950

''Hal ini berkat kinerja bapak Gubernur Riau beserta jajarannya, yang saat ini sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata di Riau sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat,'' tutur Husni Mubarak. ''Pada hari minggu bila ramai didatangi pengunjung, aktifitas jual beli di lokasi objek wisata alam Teluk Jering, bisa mencapai 20 juta per-hari,'' jelas Husni Mubarak.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh ketua kelompok sadar wisata Teluk Jering, Husni Mubarak, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke objek wisata Teluk Jering sebanyak 39.900 orang. Husni menjelaskan, peningkatkan kunjungan itu melonjak sejak bulan Juni 2017 lalu." Kelonjakan ini dampak dari promosi melalui media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan media massa.

Adapun jumlah data jumlah wisatawan yang dilaporkan Husni Mubarak, rinciannya sebagai berikut, pada bulan Januari sebanyak 3.268, Februari 1.924, Maret 1.736, April 1.805, Mei 1.961, Juni 3.062, Juli 3.043, Agustus 4.157, September 4.672, Oktober 6.130 dan November 8.142 Wisatwan.

Selain itu Husni juga menuturkan adapun jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Teluk Jering berasal dari Korea sebanyak 23 orang, mahasiswa Malaysia 70 orang, Australia 6 orang dan Rusia 2 orang. (Adv)