Di Kampar Tengah Terjadi Musim Semi Bunga Bangkai

No comment 525 views
Women face

PEKANBARU-Setelah mekarnya 3 bunga bangkai raksasa pada beberapa pekan silam, bunga serupa kembali ditemukan masyarakat. Lokasinya memang berjauhan dari yang pertama, yaitu di Desa Gunung Malelo, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Bunga dengan nama latin Amorphophallus Gigas itu memiliki tinggi sekitar 3 meter. Warga yang mengetahui keberadaannya menjadikannya sebagai latar untuk berselfie, meski bunga itu berada di tengah hutan.

"Tingginya tidak sampai 4,3 meter, seperti yang tumbuh di Cagar Alam Bukit Bungkuk. Kalau yang baru ditemukan ini berkisar 3 meter," kata Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Dian Indriarti di Pekanbaru, Senin (2/10/2017) petang.

Menurut Dian, Kampar dalam beberapa pekan terakhir memang lagi musim 'seminya' bunga bangkai. Selain kabar di Desa Gunung Malelo, juga ada kabar mekarnya bunga raksasa berbau tak sedap itu di Desa Buki‎t Melintang.

"Tingginya juga 3 meter, tidak setinggi yang di Bukit ‎Bungkuk yaitu 4,3 meter," kata Dian.

Dian menyebutkan, mekarnya bunga di Kampar dimungkinkan karena tanaman tesebut merupakan jenis umbi-umbian. Dengan kondisi alam subur, bunga itu mudah tumbuh, baik itu di dalam hutan ataupun perkarangan masyarakat.

"Karena tergolong langka, masyarakat sudah dihimbau menjaganya," ucap Dian.

Sementara terkait mekarnya bunga di Desa Gunung Malelo ini, sebelumnya diposting akun Facebook atas nama Beging Gonzalez. Di foto itu terlihat bunga masih berdiri kokoh dan tumbuh di semak yang tidak jauh dari perkebunan kelapa sawit warga.

Sebelumnya pada 17 September 2017, 3 bunga bangkai jenis Amorphopallus Gigas juga mekar di Carar Alam Bukit Bungkuk. Salah satu penemuan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ini diklaim sebagai yang tertinggi di dunia karena memiliki panjang 4,3 meter.

Dua bunga ditemukan petugas BBKSDA yang melakukan survei di kawasan Bukit Bungkuk, tepatnya di pinggir sungai Singalan Kiri pada 13 September 2017. Di lokasi itu ditemukan 2 bunga dengan tinggi berbeda dan masih kuncup.

‎Sementara satu bunga lainnya, ditemukan di perbatasan kawasan Bukik Bungkuk. Bunga ini tubuh di antara tanaman karet dan beberapa rumpun bambu dengan tinggi sekitar 2 meter.

Reporter: Sidik

Redaktur: Sidik