Di Acara HPS 2017, Gubri Sebut Sagu Riau Sangat Potensial

No comment 376 views
Women face

PEKANBARU-Riau memiliki potensi besar untuk kebutuhan Sagu, namun selama ini memenuhi kebutuhan pangan penduduk Provinsi Riau, sejauh ini masih didatangkan dari sejumlah daerah tetangga seperti Provinsi Sumbar (Sumatera Barat), Sumut (Sumatera Utara), dan lainnya. Oleh sebab itu seharusnya Riau tak perlu kuatir terkait kebutuhan pokok karena potensi sagu sangat besar di Riau

Pernyataan tersebut disampaikan Gubri (Gubernur Riau) H. Arsyadjuliandi Rachman ketika membuka secara resmi kegiatan HPS (Hari Pangan se-Dunia) ke-37 Tingkat Provinsi Riau tahun 2017 di lapangan rumah dinas Gubernur Riau jalan Diponegoro, Pekanbaru. HPS tahun ini mengangkat tema ''Melalui Hari Pangan Sedunia Mari Kita Gerakan Generasi Muda Membangun Ketahanan Pangan.''

Dalam kesempatan itu, selain Gubri yang akrab disapa Andi Rachman itu juga tampak hadir Wakil Gubernur Riau Haji Wan Thamrin Hasyim unsur forkompinda Provinsi Riau, tim penggerak PKK Provinsi Riau, Ibu Bhayangkari, Kepala Dinas Ketahanan dan Pangan Sudarman, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Drh. Askardiya R Patrianov, dan yang mewakili bupati dan walikota se-Provinsi Riau. Selain juga ibu-ibu Anggota PKK dan organisasi kewanitaan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubri Andi Rachman menyampaikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia dilaksanakan setiap tahun, dan ini sesuai dengan resolusi PBB Nomor 1 Tahun 1979 di rumah Italia yang dikenal dengan World food Day. Pencetusnya adalah juga organisasi pangan dan pertanian PBB.

1513697880-Fakta Riau-D9E9C036-9FC6-4455-B5CC-4D76C70562AA-5770-00000672596CB0BE

''Peringatan Hari Pangan ini sebenarnya dimulai pada tanggal 16 Oktober 1981, dan tahun ini kita laksanakan sekarang karena kita harus menyelesaikan kegiatan lain, makanya bisa dilaksanakan hari ini, dan tema khusus nasional untuk tahun ini untuk menggerakkan anak muda untuk menuju lumbung pangan sedunia untuk masa depan dunia ini kita akan dihadapi masalah pangan air,'' kata Gubri Andi Rachman.

Oleh karena itu, menurut Gubri, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Ketahanan Pangan perlu melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengingatkan kepada semua pihak bahwa pangan adalah masalah yang penting diantisipasi dari sekarang. Gubri lalu menghubungkan dengan pertumbuhan penduduk, Sementara di bagian lain ketersediaan lahan semakin terbatas.

''Fakta yang tidak mungkin kita nafikan dalam soal penyiapan bahan pangan ini antara lain cakupan lahan untuk pertanian yang semakin terbatas,antara lain karena banyak alih fungsi, termasuk juga yang dimanfaatkan untuk aneka kegiatan pembangunan di berbagai sektor,'' katanya. Seperti di Riau, menurut Gubri, misalnya untuk kebutuhan bahan pokok industri dan juga sektor yang lain sehingga lahan yang ada di Provinsi Riau ini mulai banyak alih fungsi dari pertanian untuk kegiatan di sektor-sektor yang lain.

''Jadi pada hari ini sama-sama ingatkan untuk memperhatikan masalah pangan, dan alhamdulillah Riau kebetulan kita punya potensi sagu. Karena bagaimanapun kita tidak bisa mengejar ketertinggalan kebutuhan terhadap beras lebih dari 350 ton beras, kita kekurangan setiap tahun menurut Dinas Ketahanan Pangan sehingga untuk mengejar kekurangan ini kita harus dibantu oleh provinsi lain,'' katanya.

Jadi, sambung Gubri, untuk mengurangi pasokan beras dari sejumlah daerah tetangga pihak-pihak berkompeten di daerah ini mencoba untuk meningkatkan pertanian, tetapi tidak bisa mengejar ketinggalan sehingga kita harus banting setir untuk mencari potensi yang bisa sekurang-kurangnya bisa membantu terhadap kekurangan tersebut. ''Salah satunya kita punya sagu,'' tambah Gubri.

Dikatakan, di Provinsi Riau, khususnya kawasan pesisir, luas areal perkebunan sagu lumayan memadai, yaitu sekitar 82.000 hektar. ''Produksi kita ada sekitar 400.000 ton per tahun dan kita sudah mulai kegiatan untuk mempromosikan sagu ini melalui Dinas Ketahanan Pangan yang terkait termasuk pariwisata pertanian kebudayaan kita selalu berseri termasuk wanita ibu-ibu termasuk promosikan sagu,'' ujarnya.

Produksi sagu di Riau terhadap sagu terjadi peningkatan dari 4%, sekarang sudah menjadi 15% Artinya kita sudah terbantu dengan sagu ini selanjutnya Riau menjadi provinsi Sagu dan kabupaten kota Pak Bupati dan jajarannya yang memproduksi sagu itu juga sekarang giat-giatnya membuat makanan dari sagu

1513698085-Fakta Riau-IMG 5373

''Waktu MTQ kemaren saya meninjau bazar, hampir seluruh kabupaten penghasil sagu mempromosikan sagunya dan ternyata kuliner yang bisa dibuat dari sagu ini enak semua dan tahun 2016 Kita pernah mendapatkan Muri memproduksi sagu 369 menu itu waktu itu ke dinas ketahanan pangan dan pariwisata dan kesamaan dengan Kepulauan Meranti dan mudah-mudahan semangat ini kita dorong terus apalagi kita masih muda generasi muda harus tahu atau ini punya potensi kita ini punya,'' ia menambahkan.

Potensi Sagu dan sagu ini sehat bagus untuk orang yang alergi dengan protein anak-anak yang mempunyai putusan susu sini bagus yang termasuk ketika orang-orang tua yang diabetes Ini bagus Itu yang selalu didengungkan oleh Presiden di dalam pertemuan dalam mempromosikan sagu ini. ''Makanya kita perlu mensyukuri ini dan kita tinggal semangat dari kita semua khususnya generasi muda karena sektor ini masih mempunyai harapan yang besar ke depan,'' tambahnya.

''Kita harus bertekad untuk memajukan pangan ini pertanian untuk mengatasi kekurangan pangan ke depan. Apalagi kita Indonesia ingin menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045, dan ini bisa aja seperti Riau saya lihat Riau ini luar biasa apapun yang ditanam jadi. Mau hortikultura buah-buahan maupun yang pertanian, apalagi yang perkebunan apalagi HP semuanya semuanya berkembang. ''Ini tinggal semangat kita, makanya mari kita membangun sektor pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045,'' tambahnya. (Adv)