Dari Kuantan Mudik Gubri Ingin Selamatkan Hutan

No comment 333 views
Women face

TELUKKUANTAN-Banyak pihak yang menaruh kecemasan terhadap kualitas lingkungan hidup yang semakin hari kian menunjukkan kemorosotan, yang sebagian di antaranya disebabkan oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan jalan melakukan praktek ilog (ilegal logging).

Kecemasan serupa juga dirasakan oleh H. Arsyadjuliandi Rachman, yang saat ini menjabat sebagai Gubri (Gubernur Riau). Makanya, pada Selasa (21/12/2017), Gubri yang akrab dengan panggilan Andi Rachman ini bahu-membahu bersama ribuan masyarakat di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), menanam sebanyak 25 ribu pohon. Yang mana, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk gerakan penghijauan atau penanaman kembali hutan yang rusak (reboisasi).

1513698788-Fakta Riau-0A0A2983-A08D-4020-92E9-B974E3A14456-5770-00000676D561575C

''Pada saat kita menanam pohon, berarti kita sedang berupaya menyelamatkan keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam pohon juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,'' kata mantan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Riau ini.

Oleh karenanya, lanjut Andi Rachman yang juga Ketua DPD I Partai Golkar (Golongan Karya) Provinsi Riau ini, perlu dipilih tanaman yang dapat memberikan dua keuntungan sekaligus, selain juga perlu dikembangkan sebuah model yang mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih jelas, sehingga pergerakan ekonomi di daerah semakin baik.

''Program ini sangat baik jika dapat dikembangkan di Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Sekarang kita bagikan bibit durian, matoa, nangka, petai, jengkol dan banyak lagi. Jika ini dikembangkan, bisa menambah pendapatan,'' ujar mantan Ketua Kadinda (Kamar Dagang dan Industri Daerah) Provinsi Riau itu.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Ervin Rizaldi mengatakan, bahwa kondisi hutan di Hutan Lindung Bukit Betabuh di Kuansing kondisinya sangat memprihatinkan. Di sana, kondisi hutan premier yang lyasnya mencapai 44 ribu hektare sekarang sudah habis. ''Tinggal hutan sekunder, ada beberapa pohon tapi gak banyak, sisanya 17 ribu itu pun diselingi semak belukar. Perlu reboisasi,'' ujarnya. (Adv)

1513698866-Fakta Riau-937EC755-87EE-4BA6-B030-921E7922CB99-5770-00000676C62190E3