Bekraf Bekali 150 Ekraf Soal Kelas Menagemen Keuangan Usaha

No comment 284 views
Women face

PEKANBARU - Guna memberikan pemahaman dan mengingatkan pentingnya laporan keuangan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melirik Pekanbaru, Riau. Kali ini kedatangan Bekraf untuk menyelenggarakan Seri Kelas Keuangan 'Kelas Manajemen Keuangan Usaha bagi Pelaku Ekonomi Kreatif' di laksanakan di  Hotel Grand Jatra, oJumat (6/10). 

Kegiatan ini diikuti oleh 150 pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Pekanbaru yang antusias Mengeltahui pembekalan sial laporan keuangan yang diadakan. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, lngot Ahmad Hutasuhut, turut hadir memberikan sambutan dan menginformasikan ekraf potensial Pekanbaru. Bekraf juga memberikan pelatihan manajemen keuangan usaha untuk 150 pelaku ekraf sebagai upaya pemerintah memberikan pemahaman pentingnya laporan keuangan yang bankable dan akses pembiayaan perbankan untuk pengembangan usaha. 

lnstruktur keuangan, Ahmad Gozali, dihadirkan Bekraf untuk mengajarkan pelaku ekraf membedakan keuangan pribadi dan usaha. Selain pelatihan manajemen keuangan usaha supaya bankable, Gozali juga melatih praktek pembuatan Iaporan keuangan secara langsung. 

“Pelaku ekraf praktek langsung supaya mereka bisa menerapkan laporan keuangan yang bankable. Sehingga, mereka mempunyai track record keuangan yang bisa digunakan dalam menentukan arah bisnis mereka maupun mengakses pembiayaan perbankan untuk ekspansi usaha,” terang Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo. 

150 pelaku ekraf yang hadir ini telah memenuhi kriteria, antara Iain bisnis sudah berjalan selama satu tahun, memiliki brand, serta memiliki keinginan untuk ekspansi usaha. 

Profesor Universitas Riau, Zulfandil, datang ke acara untuk memberikan informasi umum ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf juga mengundang perwakilan perbankan yaitu Area Head Bank Mandiri, Kurnia Utama Hasibuan. Kurnia menjelaskan pembiayaan Bank Mandiri serta persyaratan untuk mengaksesnya. 

Cerita sukses bisnis Agus Pramono selaku owner Ayam Bakar Mas Mono disajikan untuk menginspirasi 150 pelaku ekraf yang hadir tentang perjuangan Mas Mono meraih sukses. Harapannya, mereka termotivasi untuk terus mengembangkan usaha. 

Salah satu narasumber yakni Profesor Universitas Riau, Zulfandil melihat umkm di provinsi riau berpotensi mengembangan usaha kreatif sangat besar. Ia pun saat ini sedang meneliti tentang strategi menumbuh kembangkan usaha kreatif se riau dan ia mengatakan memilih kota pekanbaru dan dumai. Dua kota ini dipilihnya karena dalam pengamatannya usaha kreatif itu berkembang diperkotaan. 

"Karena akses informasi ada dan cepat dikota. Sehingga memiliki potensi sangat besar.  Seperti usaha badan ekonomi kreatif untuk melakukan pelatihan, sosialisasi dan memberikan akses perodalan sangat bagus. Sehigga nanti bisa memicu akses permodalan dalam kelesuan ekonomi harus tumbuh usaha-usaha berbasis kepada masyarakat. Dan ekonomi kreatif usaha yang berbasis kepada masyarakat. Dan ekonomi kreatif itu usaha yang berbasis ke kreatifitas dan ide," terangnya.

Saat ini potensi umkm sangat besar. Akses pemasaran ke negara lain terbuka untuk memasarkan produk. 

"Kalau ada produk kita bernilai ekonomis berbasis bahan baku lokal dan itu merupakan sumber devisa negara. Riau salah satu terkenal kuliner,kerajinan dan seni pertunjukan yang berbasis budaya melayu dan itu bsa menjadi ikon prov riau. Pekanbaru saya liat visi kota smart city, orang-orang yang kreatif, masyarakat kreatif, pemerintah kreatif. Dan harapan tumbuh kembangnya umkm sangat besar," tutupnya. 

Reporter : Reza

Redaktur : Sidik