BALI Merajalela Dijalan Lintas Riau-Sumut Km 21

No comment 1104 views
Women face

BANGKOPUSAKO-BALI istilah anak remaja zaman kini, Bali singkatan dari Balapan Liar diareal jalan lintas Riau-Sumut km 21 Balam kecamatan Bangko Pusako sudah cukup meresahkan.

Baik itu pengendara yang melintas dan warga yang ada disekitar cukup merasa terusik dengan aktifitas Bali dimalam hari berkisar Pukul 21.30 wib keatas.

Minggu (5/11/17) sekira pukul 22.01 wib pihak polantas km 13 Bangko Bakti melakukan patroli dan berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka diareal Bali tersebut.

Memang kembali lagi terulang setelah orang tua dari anak tersangka berinisial M (54) warga kepenghuluan Bangko Sempurna tersebut tetap memberikan alasan bahwa motor yang dibawa anaknya tersebut untuk digunakan sebagai transportasi bekerjanya.

M tetap membujuk kepada pihak kepolisiaan untuk dapat membawa sepeda motor itu pulang malam itu juga, namun petugas yang ada tidak membenarkan, dengan tegas petugas mengatakan bahwa besok pagi saja dengan catatan harus membawa surat surat kendaraan dan nopol beserta mengganti knalpot recing kekalpot standartnya.

Kapos Lantas Km 13 Bangko Bakti Bripka Dennyi Kurniawan kepada faktariau.com mengatakan bahwa sudah berkali kali anggotanya melakukan penangkapan.

"Sudah berkali kali kita adakan penangkapan dan menindaklanjuti perkara ini dengan melakukaan tilang untuk epek jera," jelasnya.

Namun nampaknya dengan tindakan efek jera yang diberlakukan kepada Bali ini tidak dapat memberikan rasa jera yang maksimal, terbukti dengan terusnya ada laporan Bali tersebut dari masyarakat sekitar dan temuan dilapangan.

Tentunya ini kepada orang tua yang harus lebih ikut memperhatikan dan memberikan nasehat kepada anak mereka masing masing.

"Kalau begini ceritanya, terlihat kami yang lebih peduli dan lebih sayang terhadap anak bapak dan ibu dong," jelas Bripka Denny Kurniawan.

Kasat Lantas Polres Rohil AKP Agustinus Chandra Pietama SH SIK, Senin (6/11/17)
Membenar adanya pencehgahan BALI dan sebenarnya titik utamanya bukan dipihak kepolisian, namun di pihak orang tua.

Pengawasan dan bimbingan dari orang tua lah yang harus dikedepankan untuk mencegahnya, mulai dari melarang anak-anaknya untuk keluar pada jam larut malam atau diatas pukul 22.00 wib.

Kemudian melarang anak-anaknya mengganti knalpot motornya dengan knalpot racing, karena apabila motor sudah berganti menggunakan knalpot racing maka indikasi awalnya ingin memacu motor hingga kecepatan tinggi yang bisa jadi nantinya akan digunakan untuk BALI.

"Seandainya ada peran aktif dari orang tua dan masyarakat disekitarnya bersama-sama dengan kepolisian, maka BALI dapat dicegah, namun hal sebaliknyalah yang sering ditemui dilapangan, adanya orang tua yang tidak peduli dengan anaknya mau pulang malam ataupun pagi," ungkap kasat

Ada juga yang anaknya diamankan Polisi kemudian orang tuanya membela anaknya yang notabenenya tidak mencari tahu realita sebenarnya.

Mungkin orang tua dan masyarakat merasa tak peduli karena mereka tidak mengalami atau bahkan menjadi korban, bagaimana bila mereka menjadi korban atau keluarganya yang menjadi korban dari BALI ?, apakah akan terima dan diam saja.

"Polantas Polres Rohil selalu berupaya agar masyarakat diwilayah kabupaten Rohil dapat merasa aman dan tenang saat mengendarai kendaraan bermotor dijalan serta selamat sampai tujuan, maka dari itu kami mengharapkan adanya bantuan dan kerjasama dari seluruh masyarakat Rohil untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas bagi kita semua," tutup kasat.

TAUFIK SARAGIH