Diduga Kurang Perhitungan, Pengerjaan Parit diBrovit Harapan Baru Makan Korban

Women face

MANDAU-, Penggalian parit di lahan brovit  dinilai kurang perhitungan. Pasalnya, galian di brovit harapan baru yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman warga ini terdapat genangan air lantaran tidak adanya saluran pembuangan.

Tidak jarang genangan air di lahan Brovit Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau yang dikerjakan PT. IMK Subkontraktor dari PT. Rifansi Dwi Putra itu, dimanfaatkan anak anak untuk bermain (Berenang,red). Bahkan baru baru ini seorang anak mengalami patah tulang kaki saat berenang di lokasi itu.

Dikatakan salah seorang warga sekitar, Sahril Musa kepada awak, Selasa (12/02) siang. Dirinya menilai ada kesalahan dan kelalaian pihak kontraktor yang sengaja menggali parit yang tampak dalam, sehingga berakibat fatal bagi anak anak.

"Digalian itu ada yang dalamnya cukup lumayan, sehingga memicu anak anak bermain atau berenang. Nah, setelah kejadian salah satu anak mengalami patah tulang kaki pada Sabtu lalu, pihak perusahaan PT. IMK langsung menutup kembali parit yang tampak dalam itu. Berarti pihak perusahaan merasa bersalah kan," ujar Sahril sembari bertanya.

Masih kata Sahril Musa, perusahaan seharusnya profesional dalam melakukan pekerjaan penggalian parit untuk pembuangan air, terlebih perusahaan itu juga sub kontraktornya PT.Chevron Pacifik Indonesia, dan areal galian tanah tersebut dekat dengan perkampungan yang rentan dijadikan tempat bermain sejumlah anak anak.
 
"Nah, kita selaku orang tua sangat menyayangkan cara kerja perusahaan yang tidak memperhitungkan kemana air harus dibuang agar tidak menjadi danau/kolam yang rentan dijadikan anak anak tempat bermain/berenang. Saya juga berharap, kedepan pihak perusahaan harus lebih profesional dalam melakukan penggalian terlebih dekat dengan perkampungan, agar tidak ada korban lagi," harapnya.
 
Terpisah, leader dan supervisor perusahaan PT. IMK dikomfirmasi wartawan yang diduga adanya kesalahan terkait penggalian parit dibrovit tersebut, enggan berkomentar. Dan sejumlah pesan singkat yang dilayangkan wartawan melalui sambungan Whats Appnya, juga tidak dibalas.  
 
 
Parlin S Nababan